Indonesia memang tidak ikut serta dalam pagelaran Piala Dunia pada tahun ini, namun untuk seorang wakil yang punya keturunan dari Nusantara, ternyata ada satu nama yang bisa membawa nama negara kita.
Adalah Massimo Luongo, yang termasuk berstatus pemain kejutan yang dipanggil membela Timnas Australia. Mengapa ia termasuk mengagetkan, karena pemanggilan dia oleh Pelatih Ange Postecoglu memang membuat warga Benua Kangguru jadi bertanya-tanya.
Selain karena usia yang masih 21 tahun, Luongo bukanlah pemain dari klub yang berlaga di papan atas seperti Liga Primer Inggris, atau pun dengan level dua Championship. Luongo hanyalah pemain yang terbuang dari akademi Tottenham Hotspur ke klub League One (kasta ketiga), Swindon Town, dan dipermanenkan The Robins (julukan Swindon) setelah dua musim menjalani masa pinjaman.
Banyak pertanyaan kepada kebijakan Ange Postecoglou dalam pemilihan pemain, namun ia menegaskan bahwa semua yang ia pilih adalah yang terbaik. Begitu juga dengan masuknya nama Luongo, yang sebenarnya baru mengemas satu caps bersama Socceroos, 5 Maret 2014 lalu, kala kontra Ekuador.
Tapi ada kisah lain yang bisa diutarakan Massimo karena dirinya ternyata adalah pemain yang 'mewakili' Indonesia di pesta sepakbola terakbar itu. Meski berpaspor Australia, namun Luongo merupakan pemain berdarah Indonesia dan Italia. Darah asli Indonesia ia dapat dari sang ibu bernama Ira, dan Italia dari sang ayah bernama Mario.
Rasa bangga Luongo kepada Indonesia rasanya juga tidak pudar. Kepada Telegraph Australia, Luongo mengaku memiliki leluhur yang luar biasa, karena kakek moyangnya merupakan Sultan dari kerajaan Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa, bernama AA Siradjudin.
"Ada emosi yang mengikat (dengan Indonesia). Saya memiliki kakek-nenek, bibi, paman dan sepupu di sana. Saya belum pernah ke sana namun saya
menginginkannya."
"Kakek saya seorang Sultan, jadi mereka merupakan keluarga kerajaan sebelum ada pemerintahan," cerita Luongo.
"Dia (kakek) memiliki sebuah pulau. Sedangkan latar belakang ayah sedikit berbeda, namun tetap menarik."
Luongo yang berkulit sawo matang itu pun tidak pernah menyangka bisa merasakan panggung Piala Dunia secepat ini, dan bisa menyisihkan nama-nama langganan timnas Australia seperti Josh Kennedy, Tom Rogic, Luke Wilkshire dan Mark Birighitti.
"Saya merasa baik. Saya merasa senang yang jelas, teristimewa, sangat bahagia. Emosi bercampur aduk Saya hanya bahagia mendapat kesempatan berada di sini dan sangat bersyukur," papar pria yang terpaksa membatalkan liburan bersama sang istri lantaran harus membela Australia di Brasil.
Sebagai catatan spesial pula, Hanya dirinya dan Bailey Wright yang bermain untuk klub kasta ketiga namun mendapat panggilan Pelatih Postecoglu untuk skuad final Socceroos.
Adalah Massimo Luongo, yang termasuk berstatus pemain kejutan yang dipanggil membela Timnas Australia. Mengapa ia termasuk mengagetkan, karena pemanggilan dia oleh Pelatih Ange Postecoglu memang membuat warga Benua Kangguru jadi bertanya-tanya.
Selain karena usia yang masih 21 tahun, Luongo bukanlah pemain dari klub yang berlaga di papan atas seperti Liga Primer Inggris, atau pun dengan level dua Championship. Luongo hanyalah pemain yang terbuang dari akademi Tottenham Hotspur ke klub League One (kasta ketiga), Swindon Town, dan dipermanenkan The Robins (julukan Swindon) setelah dua musim menjalani masa pinjaman.
Banyak pertanyaan kepada kebijakan Ange Postecoglou dalam pemilihan pemain, namun ia menegaskan bahwa semua yang ia pilih adalah yang terbaik. Begitu juga dengan masuknya nama Luongo, yang sebenarnya baru mengemas satu caps bersama Socceroos, 5 Maret 2014 lalu, kala kontra Ekuador.
Tapi ada kisah lain yang bisa diutarakan Massimo karena dirinya ternyata adalah pemain yang 'mewakili' Indonesia di pesta sepakbola terakbar itu. Meski berpaspor Australia, namun Luongo merupakan pemain berdarah Indonesia dan Italia. Darah asli Indonesia ia dapat dari sang ibu bernama Ira, dan Italia dari sang ayah bernama Mario.
Rasa bangga Luongo kepada Indonesia rasanya juga tidak pudar. Kepada Telegraph Australia, Luongo mengaku memiliki leluhur yang luar biasa, karena kakek moyangnya merupakan Sultan dari kerajaan Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa, bernama AA Siradjudin.
"Ada emosi yang mengikat (dengan Indonesia). Saya memiliki kakek-nenek, bibi, paman dan sepupu di sana. Saya belum pernah ke sana namun saya
menginginkannya."
"Kakek saya seorang Sultan, jadi mereka merupakan keluarga kerajaan sebelum ada pemerintahan," cerita Luongo.
"Dia (kakek) memiliki sebuah pulau. Sedangkan latar belakang ayah sedikit berbeda, namun tetap menarik."
Luongo yang berkulit sawo matang itu pun tidak pernah menyangka bisa merasakan panggung Piala Dunia secepat ini, dan bisa menyisihkan nama-nama langganan timnas Australia seperti Josh Kennedy, Tom Rogic, Luke Wilkshire dan Mark Birighitti.
"Saya merasa baik. Saya merasa senang yang jelas, teristimewa, sangat bahagia. Emosi bercampur aduk Saya hanya bahagia mendapat kesempatan berada di sini dan sangat bersyukur," papar pria yang terpaksa membatalkan liburan bersama sang istri lantaran harus membela Australia di Brasil.
Sebagai catatan spesial pula, Hanya dirinya dan Bailey Wright yang bermain untuk klub kasta ketiga namun mendapat panggilan Pelatih Postecoglu untuk skuad final Socceroos.
Tag :
Olah Raga

0 Komentar untuk "Ini Dia Pemain Keturunan Indonesia Yang Merumput di Piala Dunia Brazil"